8 October, 2016 19:51

Posted in Umum on 08/10/2016 by Darto

Can you imagine this? http://around.sugarloaforthodontics.com/Agustinus_Darto_Iwan_S It’s exactly what I wanted!

Agustinus Darto Iwan S

Iklan

Soal Ujian Web Prog 2012 (A11.4514)

Posted in Kuliah Web Prog with tags , , , , , on 24/10/2012 by Darto

Soal Ujian Web Prog 2012 (A11.4514). Silakan download dibawah ini :

SOAL UTS WEB PROG 2012

 

PHP dan MySQL dasar

Posted in Kuliah Web Prog with tags , , on 24/10/2012 by Darto

Silakan download (A11.4514)

PHP dan MYSQL rev 2012

Pengenalan Kriptografi (#3)

Posted in Kriptografi with tags on 14/08/2012 by Darto

Kriptografi (cryptography) berasal dari bahasa Yunani : “ cryptos “ yang artinya rahasia dan “ graphein “ yang artinya tulisan. Jadi kriptografi berarti tulisan rahasia. Ada beberapa definisi kriptografi yang dipergunakan sebelum tahun 1980 yang menyatakan bahwa kriptografi adalah ilmu untuk menjaga kerahasiaan pesan dengan cara menyandikan ke bentuk yang tidak dimengerti. Namun definisi ini berkembang pada masa sekarang ini, karena kriptografi tidak sekedar kerahasiaan data (privacy) saja, tapi juga bertujuan untuk menjaga integritas data (data integrity) , keaslian data (authentication) dan anti penyangkalan (non-repudiation).
Kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan (Cryptography is the art and science of keeping messages secure).
Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik – teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasian, integritas data, serta otentifikasi.

MD5

Posted in Kriptografi with tags , on 14/08/2012 by Darto

Sewaktu seseorang menerima atau mengirim pesan pada jaringan, terdapat empat buah persoalan yang sangat penting, yaitu kerahasian, autentikasi, keutuhan dan non repudiation. Kerahasian adalah bahwa data kita tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berkepentingan. Autentikasi memberi garansi tentang keaslian data serta dengan siapa kita berhubungan. Keutuhan memberi garansi bahwa data tidak mengalami perubahan sewaktu perjalanan, dengan kata lain data yang dikirim adalah data yang diterima. Dan non repudiation yang berarti si pengirim tidak dapat menyangkal bahwa pesan yang dikirim bukan darinya.
Salah satu dari bagian kriptografi adalah fungsi hash satu arah. Fungsi hash satu arah adalah dimana kita dengan mudah melakukan enkripsi untuk mendapatkan cipher-nya tetapi sangat sulit untuk mendapatkan plaintext-nya [1,3,12]. Salah satu fungsi hash yang paling banyak digunakan adalah Message Digest 5 (MD-5).
MD-5 merupakan fungsi hash satu arah yang diciptakan oleh Ron Rivest. MD-5 adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk mengetahui bahwa pesan yang dikirim tidak ada perubahan sewaktu berada di jaringan.
Algoritma MD-5 secara garis besar adalah mengambil pesan yang mempunyai panjang variabel
diubah menjadi ‘sidik jari’ atau ‘intisari pesan’ yang mempunyai panjang tetap yaitu 128 bit. ‘Sidik jari’ ini tidak dapat dibalik untuk mendapatkan pesan, dengan kata lain tidak ada orang yang dapat melihat pesan dari ‘sidik jari’ MD-5.
Message digest atau intisari pesan harus mempunyai tiga sifat penting, yaitu:
1. Bila P diketahui, maka MD(P) akan dengan mudah dapat dihitung.
2. Bila MD(P) diketahui, maka tidak mungkin menghitung P.
3. Tidak seorang pun dapat memberi dua pesan yang mempunyai intisari pesan yang sama. H(M) H(M’).
Message Digest 5 (MD-5) adalah salah satu penggunaan fungsi hash satu arah yang paling banyak digunakan. MD-5 merupakan fungsi hash kelima yang dirancang oleh Ron Rivest dan didefinisikan pada RFC 1321. MD-5 merupakan pengembangan dari MD-4 dimana terjadi penambahan satu ronde. MD-5 memproses teks masukan ke dalam blok-blok bit sebanyak 512 bit, kemudian dibagi ke dalam 32 bit sub blok sebanyak 16 buah. Keluaran dari MD-5 berupa 4 buah blok yang masing-masing 32 bit yang mana akan menjadi 128 bit yang biasa disebut nilai hash.

Kriptografi Visual

Posted in Kriptografi with tags , on 14/08/2012 by Darto

Kriptografi visual diperkenalkan oleh Moni Naor dan Adi Shamir pada tahun 1995. Kriptografi visual
digunakan pada media yang dapat dicetak, misalkan citra. Pada skema (k,n), sebuah citra rahasia akan diubah
menjadi n buah citra enkripsi yang dicetak dalam bentuk transparansi.

Kriptografi visual diperkenalkan oleh Moni Naor dan Adi Shamir pada tahun 1995. Kriptografi visual
digunakan pada media yang dapat dicetak, misalkan citra. Pada skema (k,n), sebuah citra rahasia akan diubah
menjadi n buah citra enkripsi yang dicetak dalam bentuk transparansi. Untuk mendekripsinya tidak
membutuhkan komputasi matematis, tetapi dilakukan dengan menumpuk minimal k buah citra dengan tepat dan
dilihat dengan pandangan mata. Untuk jumlah citra kurang dari k, maka tidak ada informasi apapun yang
dapat diperoleh mengenai citra rahasia.
Pada awalnya, kriptografi visual didefinisikan pada model citra biner. Kemudian pada akhir paper, Moni Naor
dan Adi Shamir memberikan kemungkinan penggunaan untuk model citra abu-abu. Setelah itu, banyak paper
yang membahas pengembangan algoritma kriptografi visual, di antaranya pada citra berwarna, kriptografi
visual dengan steganografi dan kriptografi visual dengan fungsi XOR.

Pengenalan Kriptografi (#2)

Posted in Kriptografi with tags , , , , on 14/08/2012 by Darto

Pesan ( messages ) data atau informasi yang dapat dibaca dan dimengerti maknanya. Nama lain untuk pesan adalah plainteks. Pesan dapat berupa data atau informasi yang

Pesan ( messages ) data atau informasi yang dapat dibaca dan dimengerti maknanya. Nama lain untuk pesan adalah plainteks. Pesan dapat berupa data atau informasi yang dikirim melalui kurir atau media telekomunikasi lain atau yang didalam media penyimpan ( storage ).
Agar pesan tidak dapat dimengerti maknanya oleh pihak lain, maka pesan harus disandikan ke bentuk lain yang tidak dapat dipahami. Bentuk pesan yang tersandikan disebut cipherteks. Cipherteks harus dapat dikembalikan ke bentuk awal atau dikembalikan menjadi plainteks semula agar pesan dapat dibaca oleh orang yang seharusnya menerima pesan.
Komunikasi data yang menggunakan kriptografi selalu melibatkan 2 ( dua ) pihak atau 2 entitas. Pengirim ( sender ) adalah entitas yang mengirim pesan kepada entitas lain. Penerima ( receiver ) adalah entitas yang menerima pesan Entitas disini dapat berupa orang atau komputer ( machine ).
Jadi orang bisa mengirim pesan kepada orang ( Amir mengirim pesan kepada Budi ), orang kepada mesin ( Amir mengirim pesan ke Web Server ), mesin kepada orang ( Mail Server mengirim pesan kepada Budi ), atau mesin kepada mesin ( Mesin ATM mengirim pesan kepada komputer server di bank ).