Pekerja Indonesia di Malaysia (Potret Hitam)

Setelah beberapa minggu belajar di negeri jiran Malaysia, disini ketemu banyak teman-teman pekerja Indonesia. Ada yang jadi pekerja bangunan, pembantu rumah tangga, pekerja pabrik, sampai dengan pegawai perusahaan ternama. Banyak cerita dari mereka, mulai dari yang menyenangkan sampai yang menyakitkan hati.

Seorang cleaning service disini orang Indonesia. Karena sudah bekerja sekitar 4 tahun sebagai pembantu rumah tangga dan tidak pernah digaji, maka dia melarikan diri. Kemudian dia bekerja disini. Bayangkan bekerja 4 tahun … tanpa gaji. Karena passport dan ijin tinggalnya masih dibawa majikan yang dulu, maka disini dia disebut pekerja ilegal. Padahal awalnya dia masuk ke Malaysia dengan ijin resmi.

Resiko yang ditanggung oleh seorang pekerja ilegal disini sangat berat. Sewaktu-waktu ada pemeriksaan dari aparat. Supaya tidak ditangkap, seorang pekerja bisa membayar sekitar RM600 s/d RM1200 (sekitar 1.6jt s/d 3,4jt). Dan mereka ini harus rela tinggal sangat sederhana di kongsi. Kongsi adalah sebuah bangunan dari triplex yang dibangun ditengah hutan kecil. Bangunannya hanya bisa untuk tidur saja, itupun saling berdesakan. Paling setiap prang hanya mendapat jatah ruangan untuk tidur dan simpan baju. Untuk memasak dan lain lain , bisa dilakukan diluar ruangan. Banyangkan kondisi mereka pada saat hujan lebat.

7 Tanggapan ke “Pekerja Indonesia di Malaysia (Potret Hitam)”

  1. pernah kena razia mas darto? kalo ketangkep bisa digebukin loh, hehehe

  2. wah ane gak mimpi jadi TKI di malaysia, tapi kalau berlibur boleh juga lah :D

  3. ati-ati mas darto,jangan-jangan ntar ikut di angkut.

  4. itu mas….menurut saya salah TKI nya kalau sampai disiksa. kenapa? karena pada kenyataannya banyak TKI yang tidak memiliki keterampilan tetapi nekad ke sana

  5. Artinya, mulai sekarang kita harus sama-sama berusaha menghentikan masuknya tenaga non-skill ke Malayasia. Kit ganti dengan mengirim tenaga Doster Spesialist, Ahli Nuklir, Profesor, dan…. Programmer Handal. OKe ?!

  6. Lha kok mau-maunya TKI dikirim ke Malingsia ? Lebih enak di rumah sendiri

  7. Hallo, Mas Darto.. Numpang Lewat ya… :)

Tinggalkan Balasan